Alamat
Jl. Tujuhbelas Caringin, Babakan Ciparay, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat 40223
Berdiri diam di tengah kesibukan hidup, namun pikiran justru melayang jauh ke masa-masa SMA. Ada perasaan aneh yang muncul, campuran antara rindu dan haru, saat mengingat detik-detik menjelang kelulusan yang dulu terasa begitu cepat berlalu.
Lapangan sekolah menjadi tempat yang paling sering muncul dalam bayangan. Di sana, bukan lagi sekadar tempat upacara, tapi ruang terakhir untuk berkumpul tanpa memikirkan apa yang akan terjadi setelah semuanya berakhir. Tawa terdengar lebih lepas, canda terasa lebih berarti, bahkan duduk diam bersama teman-teman pun terasa seperti momen yang tak ingin diakhiri. Tahu tanpa benar-benar mengatakannya, bahwa waktu mereka hampir habis.
Kantin pun menjadi saksi bisu kebersamaan yang semakin erat di hari-hari terakhir itu. Meja yang sama, makanan yang sama, tapi suasananya berbeda—lebih hangat, sekaligus sedikit sendu. Obrolan yang dulu ringan berubah menjadi cerita tentang masa depan, mimpi, dan ketakutan yang belum pernah di akui sebelumnya. Di sela tawa, terselip kesadaran bahwa kebiasaan sederhana itu sebentar lagi hanya akan menjadi kenangan.
Di dalam kelas, suasana tak lagi sepenuhnya serius. Buku pelajaran terbuka, tapi perhatian sering kali melayang. Ada coretan-coretan di meja, tanda tangan di seragam, hingga foto-foto diam-diam untuk mengabadikan kebersamaan. Guru yang biasanya tegas pun seolah memberi ruang lebih—seakan memahami bahwa ini adalah waktu yang tak akan terulang.
Dan kenakalan-kenakalan kecil justru menjadi lebih berani di penghujung itu. Bolos bersama hanya untuk duduk di sudut sekolah, datang terlambat tanpa rasa bersalah, hingga membuat kegaduhan kecil yang berujung tawa bersama. Bukan lagi sekadar melanggar aturan, tapi seperti cara mereka merayakan kebersamaan terakhir sebelum berpisah.
Kini..semua itu terasa begitu jauh namun begitu dekat di hati. Ia menyadari, detik-detik terakhir sebelum kelulusan itu bukan hanya akhir dari masa sekolah, tapi juga akhir dari versi dirinya yang paling bebas dan sederhana. Dan di antara semua kenangan itu, justru momen-momen kecil yang dulu dianggap biasa, kini menjadi yang paling berharga.